Oleh: nessyoctavia | 2 Februari 2009

SAMPAH OH… SAMPAH

Setelah menyiapkan sarapan untuk anak dan suamiku, aku kerumah mama untuk lihat papa. Ketemu beliau dapat kabar yang gak enak. Semalam banjir katanya, Padahal kalo di Buaran banjir bagaimana dengan tempat lain.

Hal ini dikarenakan saluran air didepan rumah papa mampet, karena sampah dari atas yang nyangkut di situ. Depan rumah papa ada celah sepit ke saluran pembuangan, yang sering banget digunakan tetanggaku untuk membuang sampah yang dia sapu dari rumahnya.

Sering kali aku menegur anak-anak yang membuang sampah disaluran air terkadang didepan orang tua mereka, tapi apa yang aku dengar jawaban dari para orang tua! “namanya juga anak-anak”. Pernah juga diantara orang tua tadi membuang sampah di depanku, langsung saja aku tegur Bu atau Pak jangan buang sampah disitu dong, saya nyapu tiap pagi dan sore biar bersih, lagian kan tempat sampahnya juga dekat. Eh dia jawab timbang sampah satu katanya. Kontan saja akau jawab dengan sedikit emosi, “coba gmana kalo seluruh orang Indonesia membuang sampah bersama-sama ke saluran air, kira-kira siapa yang mau bersihin?”

Aku bingung bagaimana cara menyadarkan masyarakat tentang budaya membuang sampah pada tempatnya. Mungkin memang membutuhkan waktu dan kesabaran.

Ya Allah berilah aku kesabaran……..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: