Oleh: nessyoctavia | 12 Februari 2009

SAHABAT

22_baj20copyPernah kita sama2 susah
terperangkap di dingin malam
terjerumus dalam lubang jalanan
digilas kaki sang waktu yang sombong

pernah kita sama2 rasakan
panasnya mentari hanguskan hati
hingga saat kita nyaris tak percaya
bahwa roda nasib memang berputar

kau tampar bangkitkan aku SOBAT

itu adalah syair lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Iwan Fals, saat aku masih di STM adalah lagu kesukaanku.

Teringat syair lagu itu karena komentar sahabatku M. Soleh pada tulisan teman sejati. Saat sekolah kami 5 orang siswa/i STM Negeri 8 bersahabat. Dimana semua kegiatan pasti kami lakukan bersama. Tapi sayangnya setelah aku naik ke kelas 3 aku di tinggalkan oleh tiga sahabatku, dikarenakan mereka telah lulus. Tapi Alhamdulillah setelah luluspun mereka tetap mengajakku dalam beberapa aktifitas mereka.
Tapi sampai hari ini hanya tingal tiga orang, karena dua orang diantara mereka tidak pernah/jarang menghubungi kami.
Semua sudah menikah sekarang.

Kami yang tiga orang Nessy, Muhammad Soleh, Denny dan kedua sahabat kami yang lain adalah Muhammad Yahya Zulkarnaen, Rustanti.
Kami semua sudah menikah masing-masing sudah punya anak.

Ada keunikan yang aku rasa menjadi sesuatu yang berbeda yaitu M.Soleh dan Denny mereka lahir di tahun dan bulan yang sama dan tanggalnya hanya selisih dua hari kalo gak salah. Saat mereka punya anak pertama pun selisih hari dari kelahiran buah hati mereka juga tidak jauh, masih dalam bulan yang sama.

Itulah kisah sahabat-sahabatku.
Oh Iya buat Denny selamat ya atas kelahiran buah hatinya.
Buat Soleh met kerja aja ya.
Buat Rustanti gmana kabarmu sekarang?
Buat Yahya Zulkarnaen Dimana kamu sekarang?


Responses

  1. complete lyric

    Artist : Iwan Fals
    Song : Belum Ada Judul

    Pernah kita sama-sama susah
    Terperangkap di dingin malam
    Terjerumus dalam lubang jalanan
    Di gilas kaki sang waktu yang sombong
    Terjerat mimpi yang indah . . . . . lelap

    Pernah kita sama-sama rasakan
    Panasnya mentari hanguskan hati
    Sampai sa’at kita nyaris tak percaya
    Bahwa roda nasib memang berputar
    Sahabat masih ingatkah . . . . . . . kau

    Sementara hari terus berganti
    Engkau pergi dengan dendam membara . . .
    Di hati . . . . . .

    Cukup lama aku jalan sendiri
    Tanpa teman yang sanggup mengerti
    Hingga sa’at kita jumpa hari ini
    Tajamnya matamu tikam jiwaku
    Kau tampar bangkitkan aku sobat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: