Oleh: nessyoctavia | 30 Maret 2009

PENGALAMAN DI KERETA EKONOMI AC KOTA – BEKASI

Komputer rusak………….
Bingung, kena virus itu yang terpikir olehku pertama kali.
Langsung bawa untuk di servis di dekat rumah.
Gak lama di telp. kalo yang rusak adalah hardwearnya. 800 ribu kurang lebih ongkosnya.
Astagfirullah………..
Tapi kemudian komputerku di ambil oleh suamiku. Langsung aja ku telp. produsennya katanya bawa aja ke Harco mangga dua, hari itu juga aku berangkat diantar oleh salah satu teman baikku.
Sampai di sana di katakan kalo hardisknya yang rusak dan bisa di perbaiki mungkin ongkosnya 100 ribu, tapi kalau harus ganti hardisk biayanya 600 ribu. Dan akan selesai hari selasa 31 maret 2009.
Ya sudah terima nasib aja deh.

Hari senin pukul 10 aku di telp. bahwa yang bermasalah adalah Ramnya. Langsung aja aku minta untuk di ganti, dan biayanya ternyata 225 ribu rupiah.
Alhamdulillah gak sampai 800 ribu rupiah.
Jam 5 sore aku di tunggu di Harco, langsung aku berangkat sendiri karena gak ada yang bisa ngantar. Kulihat jam menunjukkan 4.30 sore dan aku baru sampai senen, aku panik karena jam 4.45 sore aku baru sampai di Pasar baru, tapi aku sedikit lega karena setelah ku telp. aku masih di tunggu sampai jam 5.10 sore. Aku sampai di Harco jam 05.08 sore. Selesai aku mengambil komputerku, aku bergegas pulang dan aku putuskan untuk naik kereta ke Buaran.

Ini pengalaman pertamaku naik kereta Ekonomi AC jurusan Kota – Bekasi. Karena saat itu jam sibuk maka kereta pun penuh.

Pemandangan di dalam gerbong kereta itu yang membuatku tertarik ingin cepat samapai dan menulis. Aku lihat beberapa orang di dalam gerbong sudah berdiri, menandakan kursi telah terisi penuh. Tapi beberapa orang ku lihat duduk di bangku lipat yang ternyata memang mereka bawa sebagai bekal mereka di perjalanan. Aku ingin tertawa tapi gak berani karena mereka memang penumpang setia, sedangkan aku adalah pengunjung saja kesannya. Pandangan mereka pun dapat ku artikan bahwa mereka tahu kalau aku adalah pengunjung. Tidak lama berselang ada penjual kursi lipat, baru aku tahu bahwa mereka memiliki kursi itu memang sudah terkoordinir oleh penjualnya. Satu lagi keherananku betapa pintar si penjual kursi lipat yang tentu saja membantu para penumpang untuk mengurangi rasa lelahnya. Inilah yang dinamakan dapat membaca peluang bisnis barang kali. Gak heran kalau di kereta tercipta komunitas, karena memang bagi para penumpang setia kereta api tersebut pertemuannya rutin yaitu sehari 2 kali. Aku jadi ingat cerita teman kuliahku bahwa di kereta sampai ada arisannya. Sekarang baru aku tahu kalau itu semua benar adanya.

Buat Para penumpang setia kereta api Ekonomi Ac jurusan Kota – Bekasi atau sebaliknya, aku angkat topi dengan kegigihan kalian untuk hidup ini. Perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa.

Apakah pembaca adalah salah satu dari penumpang setia KA jurusan Kota – Bekasi?


Responses

  1. keterikatan dalam sebuah komunitas yang tidak disadari telah membentuk sebuah persaudaraan yang unik yah bu

  2. wah aku bukan penumpang KA itu mbak, tapi enakan jadi penumpang blog ini dan penampung komeng :D

  3. Begitulah komunitas yang ada di KRL, terkadang kalau ngak jumpa sama kawan yang satu gerbong kita bertanya kemana dia kok sudah lama gak kelihatan, asal jangan “witing tresno jalaran soko glibet”, he he he

  4. Jadi Jenny salah satu anggota komunitas tersebut toh…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: