Oleh: nessyoctavia | 25 Juli 2009

Jangan ambil tanganku….

anak

Ada cerita dikit nih, mungkin bisa jadi bahan renungan ….

Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar
meninggalkan anak-anak
Diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja.
Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.
Sendirian ia di rumah Dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk
bekerja di dapur.
Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya,
Ataupun memetik bunga Dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu Hari dia melihat sebatang paku karat. Dan IA pun mencoret lantai
tempat Mobil ayahnya
Diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak
kelihatan.
Dicobanya lagi pada Mobil baru  ayahnya. Ya… Karena Mobil itu bewarna
gelap,
Maka coretannya tampak jelas.
Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah Dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari
macet.
Setelah sebelah kanan Mobil sudah penuh coretan maka IA beralih ke sebelah
kiri Mobil.
Dibuatnya gambar ibu Dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing
Dan lain
Sebagainya mengikut imaginasinya.
Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh is pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat Mobil yang
baru setahun
Dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya.
Is bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit,
"Kerjaan siapa ini !!!" …. Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan
itu berlari keluar.
Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah
bengis tuannya.
Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘
Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang Hari,
Apa saja yg kau lakukan?" hardik is isteri lagi.

Is anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari
kamarnya.
Dengan penuh manja dia berkata "Dita yg membuat gambar itu ayahhh..
Cantik … Kan !" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti
biasa..
Is ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil
Dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan
anaknya.
Is anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus
ketakutan.
Puas memukul telapak tangan, is ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Is ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui Dan merasa puas
dengan hukuman
Yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa…
Is ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan Dan kemudian ganti tangan kiri
anaknya.
Setelah is ayah masuk ke rumah diikuti is ibu, pembantu rumah tersebut
menggendong
Anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan Dan belakang tangan is anak kecil
luka2 Dan berdarah.
Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air,
Dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat
luka2nya itu
Terkena air.. Lalu is pembantu rumah menidurkan anak kecil itu.
Is ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.
Keesokkan harinya, kedua belah tangan is anak bengkak.
Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak is
anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan
waktu
Di kamar pembantu. Is ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya.
Tiga Hari berlalu, is ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara is ibu
juga begitu,
Meski setiap Hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"…jawab
pembantunya
Ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab is ibu.
Sebelum is ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya.
Saat dilihat anaknya Ditadalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi
pintu kamar pembantunya.

Masuk Hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhubadan
Dita terlalu panas.
"Sore nanti Kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya
itu.
Sampai saatnya is anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.
Dokter mengarahkan agar IA dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah
serius.
Setelah beberapa Hari di rawat inap dokter memanggil bapak Dan ibu anak itu.

"Tidak Ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua
tangan anak itu
Dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah Dan infeksi akut…
"Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus
dipotong
Dari siku ke bawah" kata dokter itu. Is bapak Dan ibu bagaikanterkena
halilintar mendengar
Kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan
lagi.

Is ibu meraung merangkul is anak. Dengan berat hati Dan lelehan air Mata
isterinya,
Is ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan.
Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis,
Is anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya
berbalut kasa putih.
Ditatapnya muka ayah Dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah.
Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan
sakit,
Is anak bersuara dalam lina ngan air Mata. "Ayah.. Ibu… Dita tidak akan
melakukannya lagi….
Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..
Sayang ibu.",
Katanya berulang kali membuatkan is ibu gagal menahan rasa sedihnya.
"Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah,
sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan
mengulanginya lagi!
Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain
nanti?….
Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulang-ulang.
Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya.
Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat
menahannya.
Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya
tanpa kedua
tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong
meski
sudah minta maaf…

Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin

sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat
diiringi tangis
penyesalannya yg tak bertepi…,
Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap
hidup tegar
bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..

ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPANNYA
(Children Learn What They Live)
Jika ANAK hidup dalam Celaan, Ia belajar untuk Memaki
Jika ANAK hidup dalam Permusuhan, Ia belajar Berkelahi
Jika ANAK hidup dalam Cemoohan, Ia belajar Rendah Diri
Jika ANAK hidup dalam Penghinaan, Ia belajar Menyesali Diri
Jika ANAK hidup dalam Toleransi, Ia belajar Menahan Diri
Jika ANAK hidup dalam Dorongan, Ia belajar Percaya Diri
Jika ANAK hidup dalam Sebaik-baik Perlakuan, Ia belajar Keadilan
Jika ANAK hidup dalam Rasa Aman, Ia belajar Menaruh Kepercayaan
Jika ANAK hidup dalam Dukungan, Ia belajar Menyenangi Dirinya
Jika ANAK hidup dalam Kasih Sayang dan Persahabatan, Ia belajar menemukan
Cinta Dalam Kehidupan
(Dorothy Law Nolte)


Responses

  1. cerita yang bagus,menyentuh hati..sampeyan yang bikin tuh??

  2. blogna makin bagus nes, bravo

  3. Mengharukaaaaaan……
    Sangat menyentuh hatiiiiiiiiiiiiii……….

  4. mengharukan sekali bu cerita diatas….

  5. iya….
    ini sekali gus buat pelajaran bagi kita semua.

  6. iiah bu buat pelajaran kta…

    oiya bu…. silahkan di cek blog saiia….

    dan jangan lupa beri nilai yang bagus ya bu…..

    saiia uda dri esempe tuh bu bkin blog…

    hhe

  7. bu… mengharukan sekali artikelnya.

    oh iya bu… ini blog saya. tolong dinilai ya bu.

    maklum masih jelek soalnya baru bikin…

    sekali lagi thx ya bu uda mau menilai blog saya.

  8. bu ini blog sya silahkan dilihat, dikomentari dan di beri nilai..

    thx atas perhatian nya… tolong beri nilai ya bu.

  9. ibu…
    saya arif hidayat. tolong di kasih nilai ya bu blog saya.

    artikenya bikin sedih.

  10. Cerita bagus. Tapi kalo saduran ya tetap harus dicantumkan sumbernya ya..

  11. trharu banget kisah’a.

  12. pembelajaran bg ibu2 br yang sgt jauuuuh dr……smg dpt kt jadikan ibroh…..like it

  13. pembelajaran….smg dpt diambil ibroh dan terapkan…like it

  14. moga g ada lg kjadian ky gne,amin y allah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: